Keputusan Presiden tentang BBM

Naiknya harga bahan bakar minyak akibat melonjaknya harga minyak mentah dunia agaknya tak bisa dihindari lagi.
Sinyal akan naiknya harga BBM diberikan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono ketika bertemu pemimpin media massa di Istana Negara, Jakarta Pusat, Senin (5/5) siang. Menurut Presiden, isunya sekarang bukan soal naik atau tidak, tapi bagaimana agar dampak kenaikan tidak membuat rakyat di lapisan bawah terkena beban berat.

Tentang besaran kenaikan serta mulai berlakunya harga baru, hingga kini masih dibahas dalam rapat terbatas bidang ekonomi yang berlangsung hingga Senin petang. Namun, mengacu pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara 2008, besaran kenaikan dirumuskan bahwa untuk premium naik 30 hingga 40 persen menjadi Rp 6.000 per liter, solar naik 15 persen menjadi Rp 5.000 per liter, sedangkan minyak tanah tidak dinaikkan.

Presiden Yudhoyono sebetulnya telah berupaya maksimal untuk tidak menaikkan harga BBM, seperti tercermin dalam pidatonya awal Maret 2008. Namun, harga minyak mentah dunia yang terus meroket membuat opsi terakhir, yaitu menaikkan harga BBM, harus diambil pemerintah. Asumsi harga minyak dunia dalam APBN 2008 adalah US$ 95 per barel. Padahal, harga minyak di pasar dunia saat ini US$ 117 per barel. Itu berarti subsidi harus ditambah lebih dari Rp 19 triliun [baca: Pemerintah Belum Akan Menaikkan Harga BBM].

Pemerintah menaikkan harga BBM terakhir kali tahun 2005. Saat harga minyak mentah dunia menyentuh US$ 60 per barel, pemerintah menaikkan harga BBM antara 80 sampai 120 persen. Harga premium misalnya, naik dari Rp 2.400 menjadi Rp 4.500 per liter, sementara minyak tanah naik dari Rp 700 menjadi Rp 2.000 per liter.

Sementara itu, Wakil Ketua Panitia Anggaran DPR, Hafiz Zawawi, meminta penghematan subsidi sampai Rp 50 triliun itu dialokasikan untuk menambah jatah beras miskin dan subsidi pertanian.saya kutip artikel ini dari Liputan 6.com

Iklan

Satu Tanggapan

  1. kalo saya jadi presiden,saya buat keppres untuk menaikkan gaji pegawai,buruh,baik itu swasta maupun pemerintah,yang berada dikedaulatan indonesia.sebesar 30% dari gaji pokok.kan jadi balance dengan ekonomi masyarakat.terus angaran BLT,dipusatkan kepada bagian pertanian dan perikanan.dan teknologi negara.ya buat cari simpati lah pada msayarakat.spekulasi kok tanggung2.mumpung pak SBY jadi presiden.gitu aja kok repot……..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: