<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Inspirasi Q &#187; dunia</title>
	<atom:link href="http://faizsyafa.wordpress.com/tag/dunia/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://faizsyafa.wordpress.com</link>
	<description>Berbagi ilmu itu indah</description>
	<lastBuildDate>Sun, 28 Jun 2009 19:05:55 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<cloud domain='faizsyafa.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://www.gravatar.com/blavatar/a46d452a8f4742feb6a142a2a22e9726?s=96&#038;d=http://s.wordpress.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Inspirasi Q &#187; dunia</title>
		<link>http://faizsyafa.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://faizsyafa.wordpress.com/osd.xml" title="Inspirasi Q" />
		<item>
		<title>Ibnu Al-Jazzar Dokter Agung dari Benua Afrika</title>
		<link>http://faizsyafa.wordpress.com/2009/06/14/ibnu-al-jazzar-dokter-agung-dari-benua-afrika/</link>
		<comments>http://faizsyafa.wordpress.com/2009/06/14/ibnu-al-jazzar-dokter-agung-dari-benua-afrika/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 13 Jun 2009 22:28:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Faiz Izzur</dc:creator>
				<category><![CDATA[Dunia islam]]></category>
		<category><![CDATA[Tokoh islam]]></category>
		<category><![CDATA[afrika utara]]></category>
		<category><![CDATA[agung]]></category>
		<category><![CDATA[Algazir]]></category>
		<category><![CDATA[anonim]]></category>
		<category><![CDATA[barat]]></category>
		<category><![CDATA[berkecimpung]]></category>
		<category><![CDATA[constantine]]></category>
		<category><![CDATA[demam]]></category>
		<category><![CDATA[dokter]]></category>
		<category><![CDATA[dokter muslim]]></category>
		<category><![CDATA[dunia]]></category>
		<category><![CDATA[eropa]]></category>
		<category><![CDATA[filsuf]]></category>
		<category><![CDATA[gangguan tidur]]></category>
		<category><![CDATA[ibnu]]></category>
		<category><![CDATA[kedokteran]]></category>
		<category><![CDATA[keluarga]]></category>
		<category><![CDATA[konsultasi]]></category>
		<category><![CDATA[literatur]]></category>
		<category><![CDATA[pantai mediterania]]></category>
		<category><![CDATA[pasien]]></category>
		<category><![CDATA[pediatik]]></category>
		<category><![CDATA[pengabdian]]></category>
		<category><![CDATA[pengobatan]]></category>
		<category><![CDATA[populer]]></category>
		<category><![CDATA[profesi]]></category>
		<category><![CDATA[spayol]]></category>
		<category><![CDATA[tunisia]]></category>
		<category><![CDATA[urine]]></category>
		<category><![CDATA[wafat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://faizsyafa.wordpress.com/?p=134</guid>
		<description><![CDATA[Algazir. Begitulah dunia Barat mengenal dokter Muslim legendaris dari Afrika Utara ini. Sejatinya, ia bernama lengkap Abu Ja’far Ahmad ibnu Ibrahim ibnu Abi Khalid Ibnu al-Jazzar al-Qairawani atau akrab disapa Al-Jazzar. Ia adalah dokter berpengaruh dan sangat populer di abad ke-10 M.


Ibnu al-Jazzar adalah dokter kelahiran Qairawan (sekarang Tunisia) pada 898 M. Ia begitu terkenal [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=faizsyafa.wordpress.com&blog=2681956&post=134&subd=faizsyafa&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Algazir. Begitulah dunia Barat mengenal dokter Muslim legendaris dari Afrika Utara ini. Sejatinya, ia bernama lengkap Abu Ja’far Ahmad ibnu Ibrahim ibnu Abi Khalid Ibnu al-Jazzar al-Qairawani atau akrab disapa Al-Jazzar. Ia adalah dokter berpengaruh dan sangat populer di abad ke-10 M.<br />
<span id="more-134"></span></p>
<p><img src="http://www.republika.co.id/images/news/2009/06/20090610102642.jpg" alt="dokter" /></p>
<p>Ibnu al-Jazzar adalah dokter kelahiran Qairawan (sekarang Tunisia) pada 898 M. Ia begitu terkenal berkat sederet karya yang ditulisnya mengenai pengobatan Islam. Dalam sejumlah literatur disebutkan bahwa Ibnu al-Jazzar berasal dari keluarga yang juga berkecimpung di bidang kedokteran.</p>
<p>Ibnu Juljul dalam karyanya Tabaqat al-atibba’ dan Ibnu Abi Usaybi’a dalam karyanya ‘Uyun al-Anba’ mengungkapkan keluarga al-Jazzar berkiprah dalam bidang pengobatan. Tak heran, jika sejak kecil al-Jazzar juga sudah tertarik pada bidang medis.</p>
<p>Jacquart-Micheau dalam karyanya La Medecine Arahe mengungkapkan bahwa al-Jazzar merupakan murid seorang filsuf dan dokter Yahudi terkenal bernama Ishaq bin Sulayman al-Isra’ili (243H/855M- 343H/955M). Dari al-Isra’ili inilah al-Jazzar menimba ilmu kedokteran.</p>
<p>Sang guru juga sangat dikenal di dunia kedokteran Barat. Karya-karya al-Isra’ili telah diterjemahkan dalam bahasa Latin seperti al-Hummayat (tentang Demam) and al-Bawl (tentang Urine).</p>
<p>Ibnu al-Jazzar memulai praktiknya sebagai dokter di tanah kelahirannya Qairawan. Dengan penuh ketekunan dan ketelatenan, ia mengobati penduduk asli di wilayah tersebut. Dia melewati kehidupan yang keras. Selama masa hidupnya, dia mengabdikan dirinya untuk mempelajari dan mempraktikkan ilmu pengobatan atau kedokteran.</p>
<p>Setiap musim panas, ia melakukan perjalanan menjelajahi al-Munastir, di pesisir pantai Mediterania. Selama hidupnya, ia dikenal sebagai seorang dokter yang memiliki sifat yang baik. Meski profesinya sebagai seorang dokter begitu terhormat dan terpandang, namun dia tak silau dengan posisi dan jabatan yang menjanjikan.</p>
<p>Berbeda dengan dokter lainnya yang berlomba mencari posisi sebagai dokter istana, ia justru lebih memilih melayani masyarakat biasa. Ibnu al-Jazzar sangat menyadari posisinya sebagai dokter, dia melakukan pengobatan dengan profesional. Dia melakukan praktik medis dengan menerima dan memeriksa pasiennya selama jam konsultasi, khususnya analisis masalah urin pasien.</p>
<p>Hebatnya, ia melayani pasiennya dengan penuh pengabdian. Setelah melakukan pemeriksaan, Ibn al-Jazzar memberikan obat-obatan yang diperlukan bagi pasiennya secara gratis. Sikap mulia ini yang membuat al-Jazzar selalu dikenang. Sayangnya, jejak kehidupan al-Jazzar tak terekam sejarah dengan baik.</p>
<p>Tak ada catatan yang pasti mengenai tahun kelahiran dan wafatnya sang dokter agung dari benua Afrika Utara itu. “Banyak kebingungan masalah tahun kelahirannya (Ibnu al-Jazzar),” ujar Hajji Khalifah dalam karyanya bertajuk Kashf al-Zunun II.</p>
<p>Hajji menuturkan, ada tiga versi mengenai tahun yang sempat disebut-sebut sebagai tahun wafatnya Ibnu Al-Jazzar ini. Pertama, sebelum tahun 400H/1010M, kedua tahun 400 H/1010 M, dan ketiga setelah tahun ini. Sementara itu, Brockelmann (GI, 238), menyebutkan, al-Jazzar tutup usia pada tahun 395H/1004 M. Ilmuwan lainnya, seperti Idris mengadopsi pendapat Brockelmann soal tahun wafatnya al-Jazzar.</p>
<p>Sedangkan Ibnu Juljul, merujuk pada karyanya bertajuk Tabaqat al-Atibba menyebutkan Ibnu Al-Jazzar meninggal pada 987 M. Sementara, Ibnu ‘Idhari dalam karyanya al-Bayan al-Mughrib I, mengatakan wafatnya Ibnu Al-Jazzar sekitar tahun 369 H/979M-980M. Namun, baru-baru ini ada bukti yang menunjukkan bahwa ia meninggal di kota kelahirannya di Qayrawan, sekitar tahun 979-980 M (369 H).</p>
<p><strong>Adi Karya Ibnu Al-Jazzar</strong></p>
<p>Ibnu al-Jazzar merupakan seorang penulis yang produktif dalam bidang kedokteran. Kitab-kitab yang ditulisnya begitu terkenal dan berpengaruh dalam dunia kedokteran Barat di abad pertengahan. Kitabnya al-Adwiya al-Mufrada (Treatise on Simple Drugs) telah diterjemahkan ke dalam bahasa Yunani, Latin dan Ibrani dan dicetak beberapa kali.</p>
<p>Karyanya menjadi sangat populer setelah diterjemahkan oleh Constantine, seorang ilmuwan asal Afrika, dengan judul Liber de Gradibus. Tak heran, jika kitab karya al-Jazzar itu menjadi begitu penting dalam dunia kedokteran Barat. Sejak mengenal kitab ini, dunia kedokteran Barat mulai mengenal pharmacopeia.</p>
<p><img src="http://www.republika.co.id/images/news/new2009/Ibnu-Al-jazzar.jpg" alt="ibnu aljazar" /></p>
<p>Karyanya yang lain adalah Tibb al-Fuqara‘ wa Al-Masakin (Medicine for the Poor). Kitab karya sang dokter agung itu telah dianalisis oleh Ed S Catahier dan JacquaI-Micheau dalam bentuk artikel ilmiah. Karyanya Ibnu al-Jazzar itu, kata Catahier, menjadi sebuah literatur yang populer khususnya selama abad pertengahan.</p>
<p>Rocha Pereira dalam karyanya Obras Medicas de Pedro Hispanokarya, mengatakan, karya Ibnu al-Jazzar ini juga dilirik oleh Petrus dari Spanyol, seorang dokter dan filsuf yang menjadi Paus dengan nama John XXI.</p>
<p>Karya Ibnu al-Jazzar lainnya yang berpengaruh adalah Zad al-Musafir wa-Qut al-Hadir (Provisions for the Traveller and the Nourishment of the Settled). Kitab Zad Al-Musafir merupakan karyanya yang terbesar. Yang saat itu, sebagian besar ditulis masih dalam bentuk manuskrip (naskah).</p>
<p>Ullmann dalam karyanya Neues zu den diaetetischen Schriften des Rufus yon Ephesos, menjelaskan bahwa karya sang dokter Muslim itu terdiri dari tujuh volume buku. Kitab ini bukanlah merupakan buku panduan bagi wisatawan, tetapi merupakan buku panduan medis yang sistematis, membahas berbagai penyakit dan perawatan capite ad calcem (dari kepala ke ujung kaki) dalam tulisan yang begitu singkat.</p>
<p>Karyanya itu berisi banyak kutipan yang berharga dari dokter dan filosof Yunani terkenal, seperti, Hippocrates, Aristotle, Rufus, Galen, Paulus dari Aegina, Palladios dan lainnya. Kitab yang berpengaruh itu mulai diterjemahkan ke dalam bahasa Yunani pada awal abad ke-11 M. Kitab ini didistribusikan secara luas.</p>
<p>Buku kedokteran yang ditulis Ibnu al-Jazzar ini begitu popular di kalangan Yahudi. Buktinya, kitab itu diterjemahkan sebanyak tiga kali ke dalam bahasa Ibrani. Pertama dialihbahasakan oleh seorang penerjemah anonim dengan judul Ya’ir Nativ pada 1224 M. Kedua, diterjemahkan Musa Ibnu Tibbon pada 1254 M bertajuk Zedatha-Derakhim. Ketiga dialihbahasakan Ben Abraham Ishak menjadi buku berjudul Zedah-la Orehim.</p>
<p>Seperti halnya kitab al-Adwiya al-Mufrada, kitab kedokteran berjudul Zad al-Musafir ini juga diterjemahkan ke dalam bahasa Latin oleh Constantine pada 1124 M, dengan judul Viaticum peregrinantis. Tak pelak lagi, karya Ibnu al-Jazzar pun menjadi salah satu buku referensi kedokteran yang sangat berpengaruh bagi peradaban Eropa di abad pertengahan.</p>
<p>Buku tentang demam dan penyakit seksual karya Ibnu al-Jazzar juga telah diedit dan diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris. Karyanya tersebut diterjemehkan oleh Gerrit Bos dengan judul Ibn al-Jazzar on Sexual Diseases: A Critical Edition of “Zad al-Musafir wa-Qut al-Hadir”: Provisions for the Traveller and Nourishment for the Sedentary.</p>
<p>Buku tersebut juga sangat berpengaruh di Eropa. Pada abad ke-11 M, buku itu diterjemahkan ke dalam bahasa Yunani. Pada abad ke-12 M, di Toledo, buku itu kemudian diterjemahkan dari bahasa Arab ke bahasa Latin oleh seorang penerjemah, bernama Lombard.</p>
<p>“Setelah diterima ke dalam apa yang disebut Articella atau Ars medicinae, ringkasan yang dibuat dari buku medis (karya Ibnu al-Jazzar), telah banyak digunakan di sekolah-sekolah medis (Salerno, Montpellier), dan di perguruan tinggi (Bologna, Paris, Oxford), ”  jelas Dugat dalam karyanya Etudes sur le Traitc de Medecine d’ Abou Dja’far ahmad, Intitule: Zad al-Mozafir.</p>
<p>Ibnu al-Jazzar juga menulis sebuah risalah dalam pengobatan sifat pelupa berjudul Risalah fi al-Nisyan wa-‘Ilajih dan tips memperkuat daya ingat lewat Kitab al-Nisyan wa-Uruq Taqwiyat al-Dhakira. Kedua karya Ibnu al-Jazzar itu telah diedit dan diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris. Hal itu diungkapkan oleh Gerrit Bos dalam karyanya Ibn al-Jazzar, Risala fi Alnisyan (Treatise on Forgetfulness).</p>
<p>Selain itu, dia juga membuat buku tentang penyakit gangguan tidur (sleep disorder). Dia juga menyusun sebuah risalah dalam kasus angka kematian. Dia juga menulis buku tentang pediatrik (ilmu kesehatan anak anak), demam, penyakit seksual, pengobatan bagi si miskin. Risalah ini diringkas oleh Gerrit Bos menjadi &#8220;Ibn al-Jazzar on Medicine for the Poor and Destitute&#8221;, dalam Journal of the American Oriental Society.</p>
<p>Dia juga menulis tentang terapeutik (nilai pengobatan), vaticum, coryza, penyakit perut, penyakit kusta, obatobatan terpisah, obat-obatan campuran dan ini ditambahkan dalam bukunya dalam wilayah keilmuan lain, misalnya sejarah binatang dan literatur.</p>
<p>Ibnu al-Jazzar juga memiliki beberapa buku tentang geriatric medicine atau (ilmu kedokteran yang mempelajari tentang orang tua) dan kesehatan lansia (Kitab Tibb al-Mashayikh). Dengan demikian, betapa besarnya sumbangsih al-Jazzar bagi pengembangan dunia kedokteran modern.</p>
<p>sumber dari <a href="http://www.republika.co.id/berita/55548/Ibnu_Al_Jazzar_Dokter_Agung_dari_Benua_Afrika">sini</a></p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/faizsyafa.wordpress.com/134/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/faizsyafa.wordpress.com/134/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/faizsyafa.wordpress.com/134/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/faizsyafa.wordpress.com/134/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/faizsyafa.wordpress.com/134/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/faizsyafa.wordpress.com/134/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/faizsyafa.wordpress.com/134/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/faizsyafa.wordpress.com/134/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/faizsyafa.wordpress.com/134/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/faizsyafa.wordpress.com/134/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=faizsyafa.wordpress.com&blog=2681956&post=134&subd=faizsyafa&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://faizsyafa.wordpress.com/2009/06/14/ibnu-al-jazzar-dokter-agung-dari-benua-afrika/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/4eb875f5d9e9a09f561f6e4cc7136e3d?s=96&#38;d=wavatar&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Faiz</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www.republika.co.id/images/news/2009/06/20090610102642.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">dokter</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www.republika.co.id/images/news/new2009/Ibnu-Al-jazzar.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">ibnu aljazar</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Ngeblog lagi</title>
		<link>http://faizsyafa.wordpress.com/2009/04/29/ngeblog-lagi/</link>
		<comments>http://faizsyafa.wordpress.com/2009/04/29/ngeblog-lagi/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 28 Apr 2009 23:30:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Faiz Izzur</dc:creator>
				<category><![CDATA[1]]></category>
		<category><![CDATA[blogging]]></category>
		<category><![CDATA[dunia]]></category>
		<category><![CDATA[hampir]]></category>
		<category><![CDATA[kangen]]></category>
		<category><![CDATA[lagi]]></category>
		<category><![CDATA[lebih]]></category>
		<category><![CDATA[ngeblog]]></category>
		<category><![CDATA[off]]></category>
		<category><![CDATA[pengen]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://faizsyafa.wordpress.com/2009/04/29/ngeblog-lagi/</guid>
		<description><![CDATA[Setelah kurang lebih hampir 1 tahun saya off di dunia blogging, jadi kangen pengen ngeblog lagi ne&#8230;
       <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=faizsyafa.wordpress.com&blog=2681956&post=107&subd=faizsyafa&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Setelah kurang lebih hampir 1 tahun saya off di dunia blogging, jadi kangen pengen ngeblog lagi ne&#8230;</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/faizsyafa.wordpress.com/107/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/faizsyafa.wordpress.com/107/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/faizsyafa.wordpress.com/107/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/faizsyafa.wordpress.com/107/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/faizsyafa.wordpress.com/107/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/faizsyafa.wordpress.com/107/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/faizsyafa.wordpress.com/107/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/faizsyafa.wordpress.com/107/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/faizsyafa.wordpress.com/107/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/faizsyafa.wordpress.com/107/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=faizsyafa.wordpress.com&blog=2681956&post=107&subd=faizsyafa&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://faizsyafa.wordpress.com/2009/04/29/ngeblog-lagi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/4eb875f5d9e9a09f561f6e4cc7136e3d?s=96&#38;d=wavatar&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Faiz</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Dengan Jilbab, Cantik di Dunia dan Akhirat</title>
		<link>http://faizsyafa.wordpress.com/2008/07/11/dengan-jilbab-cantik-di-dunia-dan-akhirat/</link>
		<comments>http://faizsyafa.wordpress.com/2008/07/11/dengan-jilbab-cantik-di-dunia-dan-akhirat/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 11 Jul 2008 10:06:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Faiz Izzur</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita dan Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Renungan]]></category>
		<category><![CDATA[akhirat]]></category>
		<category><![CDATA[akhwat]]></category>
		<category><![CDATA[anugerah]]></category>
		<category><![CDATA[cantik]]></category>
		<category><![CDATA[dunia]]></category>
		<category><![CDATA[hidayah]]></category>
		<category><![CDATA[hijab]]></category>
		<category><![CDATA[Jilbab]]></category>
		<category><![CDATA[muslimah]]></category>
		<category><![CDATA[peraturan]]></category>
		<category><![CDATA[perhiasan]]></category>
		<category><![CDATA[pertolongan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://faizsyafa.wordpress.com/?p=84</guid>
		<description><![CDATA[Berkah terbesar dari Allah SWT adalah iman dan hidayah. Salah satu di antaranya adalah hijab. Tidak ada anugerah dan pertolongan terhadap seorang perempuan yang lebih besar daripada petunjuk dan hijab. Allah SWT berfirman: ”Janganlah mereka menampakkan perhiasannya kecuali yang nampak daripadanya” (QS An-Nur: 31).
Betapa indah Islam mengatur segala sesuatu bagi kemaslahatan umat manusia. Jikalau mau [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=faizsyafa.wordpress.com&blog=2681956&post=84&subd=faizsyafa&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Berkah terbesar dari Allah SWT adalah iman dan hidayah. Salah satu di antaranya adalah hijab. Tidak ada anugerah dan pertolongan terhadap seorang perempuan yang lebih besar daripada petunjuk dan hijab. Allah SWT berfirman: ”Janganlah mereka menampakkan perhiasannya kecuali yang nampak daripadanya” (QS An-Nur: 31).<span id="more-84"></span></p>
<p>Betapa indah Islam mengatur segala sesuatu bagi kemaslahatan umat manusia. Jikalau mau disadari dan dipahami, peraturan dan perintah Allah itu diberikan untuk kebaikan hamba-Nya sendiri. Tak terkecuali, perempuan. Diperintahkan, seorang muslimah harus menghijab dirinya dengan sempurna. Karena itu, berjilbab menjadi wajib hukumnya bagi setiap akhwat atau perempuan muslim.</p>
<p>****</p>
<p>Akhir 2007 membawa kenangan tersendiri bagi saya pribadi. Ketika itu, di beberapa wilayah Jawa Timur dan Jawa Tengah dilanda banjir hebat. Penyebabnya, Sungai Bengawan Solo meluap. Memang, meluapnya sungai tersebut disebabkan hujan yang tak kunjung reda hingga berhari-hari waktu itu. Tak pelak, wilayah sekitar sungai tersebut bisa dipastikan terendam banjir.</p>
<p>Hanya ada satu pintu air untuk Bengawan Solo, yakni di Jawa Tengah. Karena itu, beberapa daerah di Jatim yang dialiri sungai tersebut kena dampak banjir yang merupakan bencana akhir tahun itu. Selain Solo, Blora, dan Cepu, beberapa kota di Jatim seperti Ponorogo, Ngawi, Magetan, Madiun, Trenggalek, Tuban, dan Lamongan dilanda banjir besar. Namun, yang tak bisa saya lupakan hingga sekarang adalah banjir di Bojonegoro.</p>
<p>Bantuan makanan dan obat-obatan dari para donator segera dikerahkan di wilayah-wilayah tersebut. Sayang, saya tak bisa menjangkau ke Kota Bojonegoro yang dua pertiga wilayahnya kena banjir paling parah. Pasalnya, akses masuk ke kota itu sulit karena jalan masuk ke sana di Lamongan dan Tuban juga dilanda banjir parah.</p>
<p>Evakuasi terhadap warga yang menjadi korban banjir intens dilakukan. Di daerah yang sulit terjangkau tim relawan dari sipil dan militer, beberapa warga terpaksa mengevakuasi anggota keluarga mereka sendiri. Hujan yang turun berhari-hari, ditambah meluapnya Bengawan Solo, membuat rumah-rumah warga korban banjir hanya terlihat gentingnya.</p>
<p>Banjir luapan Bengawan Solo menyisakan kisah mengharukan. Seorang rekan wartawan merekam kisah seorang korban. Yati, seorang ibu asal Cepu, berhasil menyelamatkan dua anaknya dengan menumpang perahu milik tetangganya. Selain kedua anaknya, dia sempat membawa seekor kambingnya. Nahas, perahu yang mereka tumpangi diterjang arus deras dan terbalik ke sungai. Bisa menguasai diri, Yati berupaya mengejar kedua anaknya yang terbawa arus sungai. ”Saya teriak-teriak minta tolong dan terus menyebut asma Allah, tapi tidak ada yang menolong. Saat itu sekitar pukul 23.30, ” tuturnya.</p>
<p>Beruntung, lanjut Yati, anaknya tersangkut di tanaman yang dia sendiri tidak tahu apa namanya sehingga dapat dia gapai. Sedangkan kambingnya terus meluncur bersama derasnya air dan hanyut ke Bengawan Solo.</p>
<p>Bencana banjir akibat luapan Bengawan Solo akhir tahun lalu benar-benar dahsyat. Namun, di Bojonegoro itulah saya tak henti mengucapkan tasbih. Seorang ibu paro baya yang terjebak di area banjir berhasil menyelamatkan diri setelah bergantung di potongan kayu. Ketika bisa diselamatkan oleh warga, sang ibu itu tak membawa apa-apa kecuali Alquran kecil dengan tetap memakai jilbab besar meski basah kuyup. ”Saya sudah pasrah ketika itu, ” akunya.</p>
<p>Subhanallah, berjuang saat menghadapi maut, ibu itu masih sempat menyelamatkan Alqurannya. Dalam kondisi bertaruh nyawa, beliau pun mampu bertahan dengan kehormatannya sebagai muslimah: memakai jilbab. Kejadian-kejadian tersebut tidaklah kecil dan sederhana jikalau kita menangkapnya sebagai sebuah pertanda kebesaran Allah.</p>
<p>***</p>
<p>Dalam berbagai kesempatan, entah di kampung, mal, pasar, kampus, ataupun kantor, saya banyak mencatat hal yang kontradiktif di sekitar. Hal tersebut adalah masalah jilbab. Di negara yang mayoritas warganya adalah muslim ini, jilbab masih dipandang sebagai pelengkap atau aksesori dalam berbusana bagi perempuan. Gaya hidup glamor ala Barat ditambah pemahaman terhadap agama yang kurang membuat sebagian masyarakat memandang sebelah mata masalah jilbab. Tak heran, masih banyak perempuan muslim mengenakan jilbab, tapi lekuk tubuhnya masih terlihat. Masya Allah.</p>
<p>Saya sangat tidak sependapat bahwa busana muslimah itu harus fashionable atau mengikuti mode. Sebab, hal ini bisa mengaburkan esensi kewajiban berjilbab. Bila ini terjadi, perempuan bisa mengenakan jilbab sambil memakai kaus dan celana ketat. Astagfirullah. Ini sudah banyak terjadi di masyarakat kita. Mulai remaja putri, mahasiswi hingga ibu-ibu. Padahal, jilbab secara sempurna adalah keharusan bagi seorang muslimah, bukan pilihan. Dalam Alquran Allah SWT berfirman: ”katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu, dan isteri-isteri orang mukmin, hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya..” (QS Al-Ahzab: 59).</p>
<p>Pengalaman ibu berjilbab besar yang selamat dari musibah banjir Bojonegoro tadi adalah salah satu contoh bagaimana seharusnya seorang perempuan menjaga kehormatannya. Jangan lagi perempuan memperturutkan keindahan nafsu dan ego dengan memakai pakaian secara serampangan yang memamerkan tubuhnya. Apa artinya dipuji karena memamerkan tubuh indah jika itu sangat dimurkai Allah SWT.</p>
<p>sumber dari <a href="http://eramuslim.com/atk/oim/8617023322-dengan-jilbab-cantik-dunia-dan-akhirat.htm?other">sini</a></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/faizsyafa.wordpress.com/84/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/faizsyafa.wordpress.com/84/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/faizsyafa.wordpress.com/84/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/faizsyafa.wordpress.com/84/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/faizsyafa.wordpress.com/84/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/faizsyafa.wordpress.com/84/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/faizsyafa.wordpress.com/84/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/faizsyafa.wordpress.com/84/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/faizsyafa.wordpress.com/84/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/faizsyafa.wordpress.com/84/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/faizsyafa.wordpress.com/84/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/faizsyafa.wordpress.com/84/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=faizsyafa.wordpress.com&blog=2681956&post=84&subd=faizsyafa&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://faizsyafa.wordpress.com/2008/07/11/dengan-jilbab-cantik-di-dunia-dan-akhirat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/4eb875f5d9e9a09f561f6e4cc7136e3d?s=96&#38;d=wavatar&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Faiz</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Manfaat Doa Sebelum Tidur (Renungan)</title>
		<link>http://faizsyafa.wordpress.com/2008/06/16/manfaat-doa-sebelum-tidur-renungan/</link>
		<comments>http://faizsyafa.wordpress.com/2008/06/16/manfaat-doa-sebelum-tidur-renungan/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 16 Jun 2008 12:32:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Faiz Izzur</dc:creator>
				<category><![CDATA[Renungan]]></category>
		<category><![CDATA[Doa]]></category>
		<category><![CDATA[Tidur]]></category>
		<category><![CDATA[Sahabat]]></category>
		<category><![CDATA[tempat tidur]]></category>
		<category><![CDATA[kanan]]></category>
		<category><![CDATA[amalan]]></category>
		<category><![CDATA[ringan]]></category>
		<category><![CDATA[mati]]></category>
		<category><![CDATA[fitrah]]></category>
		<category><![CDATA[dilahirkan]]></category>
		<category><![CDATA[dosa]]></category>
		<category><![CDATA[ajaran]]></category>
		<category><![CDATA[bersih]]></category>
		<category><![CDATA[lahir]]></category>
		<category><![CDATA[beruntung]]></category>
		<category><![CDATA[dunia]]></category>
		<category><![CDATA[ajal]]></category>
		<category><![CDATA[suci]]></category>
		<category><![CDATA[dzalim]]></category>
		<category><![CDATA[jasad]]></category>
		<category><![CDATA[ruh]]></category>
		<category><![CDATA[jiwa]]></category>
		<category><![CDATA[syukur]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://faizsyafa.wordpress.com/?p=61</guid>
		<description><![CDATA[Suatu ketika sahabat Al-Bara’ bin ‘Azib –radhiyallahu ‘anhuma- berkata: “Bersabda kepadaku Rasulullah shollallahu ’alaih wa sallam:
َالَ لِي رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا أَتَيْتَ مَضْجَعَكَ فَتَوَضَّأْ وَضُوءَكَ لِلصَّلَاةِ ثُمَّ اضْطَجِعْ عَلَى شِقِّكَ الْأَيْمَنِ وَقُلْ اللَّهُمَّ أَسْلَمْتُ نَفْسِي إِلَيْكَ وَفَوَّضْتُ أَمْرِي إِلَيْكَ وَأَلْجَأْتُ ظَهْرِي إِلَيْكَ رَهْبَةً وَرَغْبَةً إِلَيْكَ لَا مَلْجَأَ وَلَا مَنْجَا مِنْكَ إِلَّا إِلَيْكَ [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=faizsyafa.wordpress.com&blog=2681956&post=61&subd=faizsyafa&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Suatu ketika sahabat Al-Bara’ bin ‘Azib –radhiyallahu ‘anhuma- berkata: “Bersabda kepadaku Rasulullah shollallahu ’alaih wa sallam:<span id="more-61"></span></p>
<p>َالَ لِي رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا أَتَيْتَ مَضْجَعَكَ فَتَوَضَّأْ وَضُوءَكَ لِلصَّلَاةِ ثُمَّ اضْطَجِعْ عَلَى شِقِّكَ الْأَيْمَنِ وَقُلْ اللَّهُمَّ أَسْلَمْتُ نَفْسِي إِلَيْكَ وَفَوَّضْتُ أَمْرِي إِلَيْكَ وَأَلْجَأْتُ ظَهْرِي إِلَيْكَ رَهْبَةً وَرَغْبَةً إِلَيْكَ لَا مَلْجَأَ وَلَا مَنْجَا مِنْكَ إِلَّا إِلَيْكَ آمَنْتُ بِكِتَابِكَ الَّذِي أَنْزَلْتَ وَبِنَبِيِّكَ الَّذِي أَرْسَلْتَ فَإِنْ مُتَّ مُتَّ عَلَى الْفِطْرَةِ فَاجْعَلْهُنَّ آخِرَ مَا تَقُولُ فَقُلْتُ أَسْتَذْكِرُهُنَّ وَبِرَسُولِكَ الَّذِي أَرْسَلْتَ<br />
قَالَ لَا وَبِنَبِيِّكَ الَّذِي أَرْسَلْتَ (البخاري)</p>
<p>“Apabila kamu mendatangi tempat tidurmu, maka berwudhulah seperti kamu hendak melakukan sholat. Kemudian berbaringlah di atas bagian tubuh yang kanan. Lalu ucapkanlah: ”Ya Allah, aku menyerahkan diriku kepadaMu, aku menyerahkan urusanku kepadaMu, aku menyandarkan punggungku kepadaMu, karena senang dan takut. Tidak ada tempat perlindungan dan penyelamatan dariMu kecuali kepadaMu. Aku beriman kepada kitab yang telah Engkau turunkan, dan Nabi yang telah Engkau utus.” Apabila kamu meninggal dunia, maka kamu meninggal dalam keadaan fitrah. Dan jadikanlah ia ucapan terakhirmu.” (HR Bukhary 19/372)</p>
<p>Subhanallah&#8230; Ini merupakan suatu amalan yang sungguh ringan namun berbobot. Bayangkan, dengan membaca doa seperti di atas, maka seseorang jika dalam tidurnya menemui ajalnya ia akan dinilai Allah subhaanahu wa ta’aala sabagai mati dalam keadaan fitrah. Berarti ia mati dalam keadaan semua dosanya diampuni Allah sebagaimana keadaannya saat ia pertama kali dilahirkan oleh ibunya.</p>
<p>قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كُلُّ مَوْلُودٍ يُولَدُ عَلَى الْفِطْرَةِ فَأَبَوَاهُ يُهَوِّدَانِهِ أَوْ يُنَصِّرَانِهِ أَوْ يُمَجِّسَانِهِ (البخاري)</p>
<p>Bersabda Nabi shollallahu ’alaih wa sallam:”Tiap-tiap yang lahir dilahirkan dalam keadaan fitrah. Maka kedua orangtunyalah yang menjadikannya Yahudi, Nasrani atau Majusi.” (HR Bukhary 5/182)</p>
<p>Pertama, ajaran Islam tidak membenarkan konsep ”dosa warisan”. Islam memandang bahwa bayi yang baru lahir, siapapun dia, adalah lahir dalam keadaan fitrah, bersih, suci tanpa dosa apapun. Islam tidak mengakui istilah ”anak haram”. Kalaupun ada anak yang lahir dari perzinaan, maka yang haram atau dosa adalah perbuatan kedua orang yang telah berzina tersebut, bukan si bayi. Maka sungguh beruntunglah orang yang saat meninggal dinilai sebagai meninggal dalam keadaan fitrah, bersih, suci tanpa dosa. Berarti ia akan menerima ganjaran semata dari berbagai perbuatan baik yang telah dikerjakannya di dunia. Sedangkan ia tidak terlibat dalam dosa apapun yang menyebabkan dirinya patut menerima hukuman atau siksa di akhirat. Kecuali bila ia mempunyai kesalahan terhadap sesama hamba Allah atau manusia. Maka tentu ini tetap bakal diproses oleh Allah subhaanahu wa ta’aala. Dan tentunya, Allah tidak akan menzalimi siapapun.</p>
<p>Kedua, Islam memandang bahwa pada saat seseorang sedang tidur berarti ruhnya berpisah dari badannya. Maka saat ia bangun dari tidurnya berarti Allah berkenan mengembalikan ruh ke dalam jasad orang itu. Namun jika Allah berekehendak lain tentu Dia berhak menahan ruh orang itu untuk selamanya sehingga tidak kembali ke badannya. Dan inilah yang disebut dengan peristiwa kematian. Seorang mu’min yang mengerti dan meyakini konsep ini tentu tidak akan berangkat tidur begitu saja tanpa mempersiapkan kemungkinan dirinya tak bakal bangun lagi untuk selamanya, yakni meninggal dunia alias mati.</p>
<p>اللَّهُ يَتَوَفَّى الْأَنْفُسَ حِينَ مَوْتِهَا وَالَّتِي لَمْ تَمُتْ فِي مَنَامِهَا فَيُمْسِكُ الَّتِي قَضَى عَلَيْهَا الْمَوْتَ وَيُرْسِلُ الْأُخْرَى إِلَى أَجَلٍ مُسَمًّى إِنَّ فِي ذَلِكَ لَآَيَاتٍ لِقَوْمٍ يَتَفَكَّرُونَ (الزمر)</p>
<p>“Allah memegang jiwa (orang) ketika matinya dan (memegang) jiwa (orang) yang belum mati di waktu tidurnya; maka Dia tahanlah jiwa (orang) yang telah Dia tetapkan kematiannya dan Dia melepaskan jiwa yang lain sampai waktu yang ditentukan. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda kekuasaan Allah bagi kaum yang berfikir.”(AzZumar 42)</p>
<p>Maka ketika Rasulullah shollallahu ’alaih wa sallam memberitahu kita bagaimana cara terbaik mempersiapkan diri menghadapi kemungkinan ajal menjemput saat sedang tidur, sudah sepatutnya kita patuh menjalankannya dengan penuh rasa syukur&#8230;. Alhamdulillah.- sumber <a href="http://eramuslim.com">eramuslim</a></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/faizsyafa.wordpress.com/61/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/faizsyafa.wordpress.com/61/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/faizsyafa.wordpress.com/61/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/faizsyafa.wordpress.com/61/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/faizsyafa.wordpress.com/61/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/faizsyafa.wordpress.com/61/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/faizsyafa.wordpress.com/61/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/faizsyafa.wordpress.com/61/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/faizsyafa.wordpress.com/61/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/faizsyafa.wordpress.com/61/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/faizsyafa.wordpress.com/61/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/faizsyafa.wordpress.com/61/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=faizsyafa.wordpress.com&blog=2681956&post=61&subd=faizsyafa&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://faizsyafa.wordpress.com/2008/06/16/manfaat-doa-sebelum-tidur-renungan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/4eb875f5d9e9a09f561f6e4cc7136e3d?s=96&#38;d=wavatar&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Faiz</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>