<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Inspirasi Q &#187; agung</title>
	<atom:link href="http://faizsyafa.wordpress.com/tag/agung/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://faizsyafa.wordpress.com</link>
	<description>Berbagi ilmu itu indah</description>
	<lastBuildDate>Sun, 28 Jun 2009 19:05:55 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<cloud domain='faizsyafa.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://www.gravatar.com/blavatar/a46d452a8f4742feb6a142a2a22e9726?s=96&#038;d=http://s.wordpress.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Inspirasi Q &#187; agung</title>
		<link>http://faizsyafa.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://faizsyafa.wordpress.com/osd.xml" title="Inspirasi Q" />
		<item>
		<title>Ibnu Al-Jazzar Dokter Agung dari Benua Afrika</title>
		<link>http://faizsyafa.wordpress.com/2009/06/14/ibnu-al-jazzar-dokter-agung-dari-benua-afrika/</link>
		<comments>http://faizsyafa.wordpress.com/2009/06/14/ibnu-al-jazzar-dokter-agung-dari-benua-afrika/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 13 Jun 2009 22:28:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Faiz Izzur</dc:creator>
				<category><![CDATA[Dunia islam]]></category>
		<category><![CDATA[Tokoh islam]]></category>
		<category><![CDATA[afrika utara]]></category>
		<category><![CDATA[agung]]></category>
		<category><![CDATA[Algazir]]></category>
		<category><![CDATA[anonim]]></category>
		<category><![CDATA[barat]]></category>
		<category><![CDATA[berkecimpung]]></category>
		<category><![CDATA[constantine]]></category>
		<category><![CDATA[demam]]></category>
		<category><![CDATA[dokter]]></category>
		<category><![CDATA[dokter muslim]]></category>
		<category><![CDATA[dunia]]></category>
		<category><![CDATA[eropa]]></category>
		<category><![CDATA[filsuf]]></category>
		<category><![CDATA[gangguan tidur]]></category>
		<category><![CDATA[ibnu]]></category>
		<category><![CDATA[kedokteran]]></category>
		<category><![CDATA[keluarga]]></category>
		<category><![CDATA[konsultasi]]></category>
		<category><![CDATA[literatur]]></category>
		<category><![CDATA[pantai mediterania]]></category>
		<category><![CDATA[pasien]]></category>
		<category><![CDATA[pediatik]]></category>
		<category><![CDATA[pengabdian]]></category>
		<category><![CDATA[pengobatan]]></category>
		<category><![CDATA[populer]]></category>
		<category><![CDATA[profesi]]></category>
		<category><![CDATA[spayol]]></category>
		<category><![CDATA[tunisia]]></category>
		<category><![CDATA[urine]]></category>
		<category><![CDATA[wafat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://faizsyafa.wordpress.com/?p=134</guid>
		<description><![CDATA[Algazir. Begitulah dunia Barat mengenal dokter Muslim legendaris dari Afrika Utara ini. Sejatinya, ia bernama lengkap Abu Ja’far Ahmad ibnu Ibrahim ibnu Abi Khalid Ibnu al-Jazzar al-Qairawani atau akrab disapa Al-Jazzar. Ia adalah dokter berpengaruh dan sangat populer di abad ke-10 M.


Ibnu al-Jazzar adalah dokter kelahiran Qairawan (sekarang Tunisia) pada 898 M. Ia begitu terkenal [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=faizsyafa.wordpress.com&blog=2681956&post=134&subd=faizsyafa&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Algazir. Begitulah dunia Barat mengenal dokter Muslim legendaris dari Afrika Utara ini. Sejatinya, ia bernama lengkap Abu Ja’far Ahmad ibnu Ibrahim ibnu Abi Khalid Ibnu al-Jazzar al-Qairawani atau akrab disapa Al-Jazzar. Ia adalah dokter berpengaruh dan sangat populer di abad ke-10 M.<br />
<span id="more-134"></span></p>
<p><img src="http://www.republika.co.id/images/news/2009/06/20090610102642.jpg" alt="dokter" /></p>
<p>Ibnu al-Jazzar adalah dokter kelahiran Qairawan (sekarang Tunisia) pada 898 M. Ia begitu terkenal berkat sederet karya yang ditulisnya mengenai pengobatan Islam. Dalam sejumlah literatur disebutkan bahwa Ibnu al-Jazzar berasal dari keluarga yang juga berkecimpung di bidang kedokteran.</p>
<p>Ibnu Juljul dalam karyanya Tabaqat al-atibba’ dan Ibnu Abi Usaybi’a dalam karyanya ‘Uyun al-Anba’ mengungkapkan keluarga al-Jazzar berkiprah dalam bidang pengobatan. Tak heran, jika sejak kecil al-Jazzar juga sudah tertarik pada bidang medis.</p>
<p>Jacquart-Micheau dalam karyanya La Medecine Arahe mengungkapkan bahwa al-Jazzar merupakan murid seorang filsuf dan dokter Yahudi terkenal bernama Ishaq bin Sulayman al-Isra’ili (243H/855M- 343H/955M). Dari al-Isra’ili inilah al-Jazzar menimba ilmu kedokteran.</p>
<p>Sang guru juga sangat dikenal di dunia kedokteran Barat. Karya-karya al-Isra’ili telah diterjemahkan dalam bahasa Latin seperti al-Hummayat (tentang Demam) and al-Bawl (tentang Urine).</p>
<p>Ibnu al-Jazzar memulai praktiknya sebagai dokter di tanah kelahirannya Qairawan. Dengan penuh ketekunan dan ketelatenan, ia mengobati penduduk asli di wilayah tersebut. Dia melewati kehidupan yang keras. Selama masa hidupnya, dia mengabdikan dirinya untuk mempelajari dan mempraktikkan ilmu pengobatan atau kedokteran.</p>
<p>Setiap musim panas, ia melakukan perjalanan menjelajahi al-Munastir, di pesisir pantai Mediterania. Selama hidupnya, ia dikenal sebagai seorang dokter yang memiliki sifat yang baik. Meski profesinya sebagai seorang dokter begitu terhormat dan terpandang, namun dia tak silau dengan posisi dan jabatan yang menjanjikan.</p>
<p>Berbeda dengan dokter lainnya yang berlomba mencari posisi sebagai dokter istana, ia justru lebih memilih melayani masyarakat biasa. Ibnu al-Jazzar sangat menyadari posisinya sebagai dokter, dia melakukan pengobatan dengan profesional. Dia melakukan praktik medis dengan menerima dan memeriksa pasiennya selama jam konsultasi, khususnya analisis masalah urin pasien.</p>
<p>Hebatnya, ia melayani pasiennya dengan penuh pengabdian. Setelah melakukan pemeriksaan, Ibn al-Jazzar memberikan obat-obatan yang diperlukan bagi pasiennya secara gratis. Sikap mulia ini yang membuat al-Jazzar selalu dikenang. Sayangnya, jejak kehidupan al-Jazzar tak terekam sejarah dengan baik.</p>
<p>Tak ada catatan yang pasti mengenai tahun kelahiran dan wafatnya sang dokter agung dari benua Afrika Utara itu. “Banyak kebingungan masalah tahun kelahirannya (Ibnu al-Jazzar),” ujar Hajji Khalifah dalam karyanya bertajuk Kashf al-Zunun II.</p>
<p>Hajji menuturkan, ada tiga versi mengenai tahun yang sempat disebut-sebut sebagai tahun wafatnya Ibnu Al-Jazzar ini. Pertama, sebelum tahun 400H/1010M, kedua tahun 400 H/1010 M, dan ketiga setelah tahun ini. Sementara itu, Brockelmann (GI, 238), menyebutkan, al-Jazzar tutup usia pada tahun 395H/1004 M. Ilmuwan lainnya, seperti Idris mengadopsi pendapat Brockelmann soal tahun wafatnya al-Jazzar.</p>
<p>Sedangkan Ibnu Juljul, merujuk pada karyanya bertajuk Tabaqat al-Atibba menyebutkan Ibnu Al-Jazzar meninggal pada 987 M. Sementara, Ibnu ‘Idhari dalam karyanya al-Bayan al-Mughrib I, mengatakan wafatnya Ibnu Al-Jazzar sekitar tahun 369 H/979M-980M. Namun, baru-baru ini ada bukti yang menunjukkan bahwa ia meninggal di kota kelahirannya di Qayrawan, sekitar tahun 979-980 M (369 H).</p>
<p><strong>Adi Karya Ibnu Al-Jazzar</strong></p>
<p>Ibnu al-Jazzar merupakan seorang penulis yang produktif dalam bidang kedokteran. Kitab-kitab yang ditulisnya begitu terkenal dan berpengaruh dalam dunia kedokteran Barat di abad pertengahan. Kitabnya al-Adwiya al-Mufrada (Treatise on Simple Drugs) telah diterjemahkan ke dalam bahasa Yunani, Latin dan Ibrani dan dicetak beberapa kali.</p>
<p>Karyanya menjadi sangat populer setelah diterjemahkan oleh Constantine, seorang ilmuwan asal Afrika, dengan judul Liber de Gradibus. Tak heran, jika kitab karya al-Jazzar itu menjadi begitu penting dalam dunia kedokteran Barat. Sejak mengenal kitab ini, dunia kedokteran Barat mulai mengenal pharmacopeia.</p>
<p><img src="http://www.republika.co.id/images/news/new2009/Ibnu-Al-jazzar.jpg" alt="ibnu aljazar" /></p>
<p>Karyanya yang lain adalah Tibb al-Fuqara‘ wa Al-Masakin (Medicine for the Poor). Kitab karya sang dokter agung itu telah dianalisis oleh Ed S Catahier dan JacquaI-Micheau dalam bentuk artikel ilmiah. Karyanya Ibnu al-Jazzar itu, kata Catahier, menjadi sebuah literatur yang populer khususnya selama abad pertengahan.</p>
<p>Rocha Pereira dalam karyanya Obras Medicas de Pedro Hispanokarya, mengatakan, karya Ibnu al-Jazzar ini juga dilirik oleh Petrus dari Spanyol, seorang dokter dan filsuf yang menjadi Paus dengan nama John XXI.</p>
<p>Karya Ibnu al-Jazzar lainnya yang berpengaruh adalah Zad al-Musafir wa-Qut al-Hadir (Provisions for the Traveller and the Nourishment of the Settled). Kitab Zad Al-Musafir merupakan karyanya yang terbesar. Yang saat itu, sebagian besar ditulis masih dalam bentuk manuskrip (naskah).</p>
<p>Ullmann dalam karyanya Neues zu den diaetetischen Schriften des Rufus yon Ephesos, menjelaskan bahwa karya sang dokter Muslim itu terdiri dari tujuh volume buku. Kitab ini bukanlah merupakan buku panduan bagi wisatawan, tetapi merupakan buku panduan medis yang sistematis, membahas berbagai penyakit dan perawatan capite ad calcem (dari kepala ke ujung kaki) dalam tulisan yang begitu singkat.</p>
<p>Karyanya itu berisi banyak kutipan yang berharga dari dokter dan filosof Yunani terkenal, seperti, Hippocrates, Aristotle, Rufus, Galen, Paulus dari Aegina, Palladios dan lainnya. Kitab yang berpengaruh itu mulai diterjemahkan ke dalam bahasa Yunani pada awal abad ke-11 M. Kitab ini didistribusikan secara luas.</p>
<p>Buku kedokteran yang ditulis Ibnu al-Jazzar ini begitu popular di kalangan Yahudi. Buktinya, kitab itu diterjemahkan sebanyak tiga kali ke dalam bahasa Ibrani. Pertama dialihbahasakan oleh seorang penerjemah anonim dengan judul Ya’ir Nativ pada 1224 M. Kedua, diterjemahkan Musa Ibnu Tibbon pada 1254 M bertajuk Zedatha-Derakhim. Ketiga dialihbahasakan Ben Abraham Ishak menjadi buku berjudul Zedah-la Orehim.</p>
<p>Seperti halnya kitab al-Adwiya al-Mufrada, kitab kedokteran berjudul Zad al-Musafir ini juga diterjemahkan ke dalam bahasa Latin oleh Constantine pada 1124 M, dengan judul Viaticum peregrinantis. Tak pelak lagi, karya Ibnu al-Jazzar pun menjadi salah satu buku referensi kedokteran yang sangat berpengaruh bagi peradaban Eropa di abad pertengahan.</p>
<p>Buku tentang demam dan penyakit seksual karya Ibnu al-Jazzar juga telah diedit dan diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris. Karyanya tersebut diterjemehkan oleh Gerrit Bos dengan judul Ibn al-Jazzar on Sexual Diseases: A Critical Edition of “Zad al-Musafir wa-Qut al-Hadir”: Provisions for the Traveller and Nourishment for the Sedentary.</p>
<p>Buku tersebut juga sangat berpengaruh di Eropa. Pada abad ke-11 M, buku itu diterjemahkan ke dalam bahasa Yunani. Pada abad ke-12 M, di Toledo, buku itu kemudian diterjemahkan dari bahasa Arab ke bahasa Latin oleh seorang penerjemah, bernama Lombard.</p>
<p>“Setelah diterima ke dalam apa yang disebut Articella atau Ars medicinae, ringkasan yang dibuat dari buku medis (karya Ibnu al-Jazzar), telah banyak digunakan di sekolah-sekolah medis (Salerno, Montpellier), dan di perguruan tinggi (Bologna, Paris, Oxford), ”  jelas Dugat dalam karyanya Etudes sur le Traitc de Medecine d’ Abou Dja’far ahmad, Intitule: Zad al-Mozafir.</p>
<p>Ibnu al-Jazzar juga menulis sebuah risalah dalam pengobatan sifat pelupa berjudul Risalah fi al-Nisyan wa-‘Ilajih dan tips memperkuat daya ingat lewat Kitab al-Nisyan wa-Uruq Taqwiyat al-Dhakira. Kedua karya Ibnu al-Jazzar itu telah diedit dan diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris. Hal itu diungkapkan oleh Gerrit Bos dalam karyanya Ibn al-Jazzar, Risala fi Alnisyan (Treatise on Forgetfulness).</p>
<p>Selain itu, dia juga membuat buku tentang penyakit gangguan tidur (sleep disorder). Dia juga menyusun sebuah risalah dalam kasus angka kematian. Dia juga menulis buku tentang pediatrik (ilmu kesehatan anak anak), demam, penyakit seksual, pengobatan bagi si miskin. Risalah ini diringkas oleh Gerrit Bos menjadi &#8220;Ibn al-Jazzar on Medicine for the Poor and Destitute&#8221;, dalam Journal of the American Oriental Society.</p>
<p>Dia juga menulis tentang terapeutik (nilai pengobatan), vaticum, coryza, penyakit perut, penyakit kusta, obatobatan terpisah, obat-obatan campuran dan ini ditambahkan dalam bukunya dalam wilayah keilmuan lain, misalnya sejarah binatang dan literatur.</p>
<p>Ibnu al-Jazzar juga memiliki beberapa buku tentang geriatric medicine atau (ilmu kedokteran yang mempelajari tentang orang tua) dan kesehatan lansia (Kitab Tibb al-Mashayikh). Dengan demikian, betapa besarnya sumbangsih al-Jazzar bagi pengembangan dunia kedokteran modern.</p>
<p>sumber dari <a href="http://www.republika.co.id/berita/55548/Ibnu_Al_Jazzar_Dokter_Agung_dari_Benua_Afrika">sini</a></p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/faizsyafa.wordpress.com/134/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/faizsyafa.wordpress.com/134/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/faizsyafa.wordpress.com/134/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/faizsyafa.wordpress.com/134/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/faizsyafa.wordpress.com/134/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/faizsyafa.wordpress.com/134/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/faizsyafa.wordpress.com/134/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/faizsyafa.wordpress.com/134/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/faizsyafa.wordpress.com/134/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/faizsyafa.wordpress.com/134/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=faizsyafa.wordpress.com&blog=2681956&post=134&subd=faizsyafa&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://faizsyafa.wordpress.com/2009/06/14/ibnu-al-jazzar-dokter-agung-dari-benua-afrika/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/4eb875f5d9e9a09f561f6e4cc7136e3d?s=96&#38;d=wavatar&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Faiz</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www.republika.co.id/images/news/2009/06/20090610102642.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">dokter</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www.republika.co.id/images/news/new2009/Ibnu-Al-jazzar.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">ibnu aljazar</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Buat Apa Ikut Miss Universe? (Renungan)</title>
		<link>http://faizsyafa.wordpress.com/2008/07/04/buat-apa-ikut-miss-universe-renungan/</link>
		<comments>http://faizsyafa.wordpress.com/2008/07/04/buat-apa-ikut-miss-universe-renungan/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 04 Jul 2008 10:50:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Faiz Izzur</dc:creator>
				<category><![CDATA[Renungan]]></category>
		<category><![CDATA[agung]]></category>
		<category><![CDATA[berfikir]]></category>
		<category><![CDATA[genersi muda]]></category>
		<category><![CDATA[golongan]]></category>
		<category><![CDATA[jagat]]></category>
		<category><![CDATA[kebesaran-Nya]]></category>
		<category><![CDATA[kecerdasan]]></category>
		<category><![CDATA[kontes]]></category>
		<category><![CDATA[manusia]]></category>
		<category><![CDATA[mensyukuri]]></category>
		<category><![CDATA[Miss Universe]]></category>
		<category><![CDATA[ni'mat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://faizsyafa.wordpress.com/?p=80</guid>
		<description><![CDATA[Sungguh agung ciptaan Allah SWT. Jagat raya dan seisinya ini diciptakan sebagai pertanda kebesaran-Nya. Allah juga memberikan anugerah besar pada diri hamba-hamba-Nya. Yakni, akal dan nurani. Akal digunakan untuk berpikir, sedangkan nurani menjadikan manusia memiliki rasa sosial. Muaranya satu, yaitu ibadah kepada Allah. Karena itu, sudah sepatutnya kita mensyukuri nikmat yang diberikan Allah.
Saat ini sedang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=faizsyafa.wordpress.com&blog=2681956&post=80&subd=faizsyafa&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Sungguh agung ciptaan Allah SWT. Jagat raya dan seisinya ini diciptakan sebagai pertanda kebesaran-Nya. Allah juga memberikan anugerah besar pada diri hamba-hamba-Nya. Yakni, akal dan nurani. Akal digunakan untuk berpikir, sedangkan nurani menjadikan manusia memiliki rasa sosial. Muaranya satu, yaitu ibadah kepada Allah. Karena itu, sudah sepatutnya kita mensyukuri nikmat yang diberikan Allah.<span id="more-80"></span></p>
<p>Saat ini sedang gencar pemilihan Miss Universe atau pemilihan ratu kecantikan sejagat. Indonesia tiap tahun tak pernah absen mengirimkan wakilnya pada kontes tersebut. Dimulai lewat seleksi ajang Puteri Indonesia, juara yang terpilih otomatis mengikuti Miss Universe. Tak hanya bermodal wajah cantik, para peserta Miss Universe harus memsmart. Namun, adakah manfaat mengikuti kontes kecantikan tersebut? Saya kira tidak!</p>
<p>Kontes-kontes seperti itu sama saja merendahkan kaum perempuan. Budaya ketimuran kita tidak cocok dengan kontes yang memperolok-olok kaum hawa itu. Memperolok? Ya, bayangkan saja para kontestan pada satu sesi diwajibkan untuk memakai bikini atau busana yang sangat minim.</p>
<p>Seusai kerja, saya menyempatkan baca berita tentang Miss Universe. Final perhelatan kontes kecantikan sedunia itu pada 2008 diresmikan di Kota Nha Trang, Vietnam. Saya bertanya-tanya dalam hati, ”Berapa juta dolar dikeluarkan untuk sebuah kontes-kontesan semacam itu?” Pertanyaan lainnya juga menyelinap di benak saya, ”Apa manfaatnya kegiatan-kegiatan semacam itu?”</p>
<p>Meskipun acara seperti tersebut dikemas dengan melewati tes kecerdasan dan kepribadian serta bakti sosial, saya tak melihat sisi positifnya. Alasannya, ya itu tadi, salah satu kegiatan yang wajib mereka ikuti adalah sesi pemotretan. Nah, pada saat itulah, mereka diharuskan memakai busana minim yang menonjolkan aurat-aurat mereka. Astaghfirullah.</p>
<p>Yang memprihatinkan, negara kita tak pernah absen dalam kontes kecantikan tersebut. Bahkan, pemerintah pun mendukungnya. Bayangkan, berapa banyak uang yang dikeluarkan untuk mengikuti kontes-kontes semacam itu? Tidak sedikit! Di luar sana, masih banyak bayi gizi buruk menunggu uluran tangan kita, sementara di tempat lain kontes kecantikan mendapat dukungan istimewa. Seolah, sekarang ini, orang miskin benar-benar terpinggirkan. Kepekaan sosial di negara ini masih begitu rendah meski gaungnya bergema di mana-mana. Apakah menjadi duta negara harus dengan mengumbar aurat?</p>
<p>Saya merinding ketika wakil Indonesia di Miss Universe 2007 saat acara busana pantai dibilang masih ”sopan.” Astaghfirullah. Betapa kerdil jiwa kita jika mengatakan memakai bikini itu sopan, apalagi diperlihatkan di depan umum dalam suatu sesi pemotretan. Di negeri ini, sesuatu yang instan lebih disukai. Menjadi terkenal tanpa melewati proses panjang sekian tahun bisa diraih dengan mudah. Caranya, mengikuti ajang adu bakat yang sedang marak di Indonesia. Misalnya, kontes idol-idol-an, kontes dangdut, dan lain-lain.</p>
<p>Padahal, itu sama sekali tidak memiliki manfaat bagi mereka sedikit pun! Jebolan kontes itu tak akan bisa bertahan lama jika hanya bermodal wajah atau skill menyanyi saja. Pasalnya, mereka meraihnya secara instan. Diraih begitu cepat, jatuh pun bisa sekejab. Anehnya, tidak sedikit yang mengikuti kontes-kontes semacam itu untuk mencoba peruntungan mereka dengan modal wajah atau suara. Tiap tahun bukan berkurang, malah bertambah. Ketika lapangan kerja semakin sempit, persaingan pun semakin tinggi, maka jalan pintaslah yang dipilih dengan mengikuti ajang-ajang semacam itu.</p>
<p>Padahal, mereka tidak sadar bahwa sebenarnya merekalah yang sedang dieksploitasi demi meraup keuntungan suatu pihak. Iming-iming uang jutaan dan ketenaran sekejap lebih menggiurkan. Generasi muda sekarang seolah mencoba diracuni dengan materi dan duniawi. Masya Allah. Soal Miss Universe, saya sangat prihatin karena disadari atau tidak sesungguhnya wanita itu dieksplotasi dalam ajang tersebut. Suguhan kecantikan, kecerdasan, dan kemolekan tubuh menjadi sasaran empuk bagi pihak tertentu untuk meraup keuntungan. Mereka memamerkan kecantikan dengan balutan kain yang masih menyingkap lekuk-lekuk tubuh.</p>
<p>Rasulullah SAW bersabda: ”Ada dua golongan penghuni neraka yang aku belum pernah melihatnya. Yakni, laki-laki yang tangan mereka menggenggam cambuk yang mirip ekor sapi untuk memukuli orang lain dan wanita-wanita yang berpakaian namun telanjang dan berlenggak lenggok. Kepalanya bergoyang-goyang bak punuk onta. Mereka itu tidak masuk surga dan tidak pula mencium baunya. Padahal, sesungguhnya bau surga itu bisa tercium dari jarak sekian dan sekian.” (HR Muslim)</p>
<p>Jelaslah bahwa ancaman bagi wanita-wanita yang membuka dan memamerkan auratnya. Yakni, siksaan api neraka. Hal tersebut menunjukkan bahwa pamer aurat dan ”buka-bukaan” adalah dosa besar. Sebab, perbuatan-perbuatan yang dilaknat oleh Allah atau Rasul-Nya dan yang diancam dengan hukuman duniawi atau azab neraka adalah dosa besar.</p>
<p>Saya ambil dari <a href="http://eramuslim.com/atk/oim/8704032807-buat-apa-ikut-miss-universe.htm">sini</a></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/faizsyafa.wordpress.com/80/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/faizsyafa.wordpress.com/80/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/faizsyafa.wordpress.com/80/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/faizsyafa.wordpress.com/80/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/faizsyafa.wordpress.com/80/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/faizsyafa.wordpress.com/80/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/faizsyafa.wordpress.com/80/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/faizsyafa.wordpress.com/80/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/faizsyafa.wordpress.com/80/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/faizsyafa.wordpress.com/80/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/faizsyafa.wordpress.com/80/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/faizsyafa.wordpress.com/80/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=faizsyafa.wordpress.com&blog=2681956&post=80&subd=faizsyafa&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://faizsyafa.wordpress.com/2008/07/04/buat-apa-ikut-miss-universe-renungan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/4eb875f5d9e9a09f561f6e4cc7136e3d?s=96&#38;d=wavatar&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Faiz</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>